Timika (Suaramimika.com) – Anggota DPR RI daerah pemilihan Papua Tengah, Dr. Soedeson Tandra S.H., M.Hum melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Indonesia Pintar (PIP) bersama para guru, dan orang tua murid di SD Negeri 3 Mimika pada Selasa (12/5/2026).
Kegiatan itu, dalam rangka kunjungan kerja di daerah pemilihan.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan dihadiri para guru, orang tua murid, tokoh masyarakat, serta sejumlah unsur terkait yang ikut mendukung jalannya kegiatan sosialisasi pendidikan tersebut.
Dr. Soedeson Tandra dalam sambutannya mengatakan Program Indonesia Pintar (PIP), merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat untuk membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan dengan baik tanpa terkendala biaya.
Menurutnya bantuan PIP diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan sekolah siswa, mulai dari perlengkapan belajar, seragam, buku, hingga kebutuhan pendidikan lainnya.
“Pendidikan adalah hak setiap anak. Melalui Program Indonesia Pintar, pemerintah hadir membantu anak-anak agar tetap semangat belajar dan tidak putus sekolah,” ujar Dr. Soedeson Tandra.
Usai penyampaian materi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab bersama orang tua murid.
Dimana pada sesi tersebut, para orang tua menyampaikan berbagai aspirasi terkait mekanisme penerimaan bantuan PIP, proses pendataan siswa, hingga harapan agar program bantuan pendidikan dapat menjangkau lebih banyak anak di Kabupaten Mimika.
Dr. Soedeson Tandra mendengarkan langsung seluruh masukan masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pemerataan akses pendidikan, yang berkualitas bagi generasi muda di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi momentum penting, dalam mempererat komunikasi antara wakil rakyat dengan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Pada kesempatan itu Dr. Soedeson Tandra juga menyerahkan bantuan berupa seragam sekolah lengkap mulai dari pakaian hingga sepatu kepada sejumlah siswa kurang mampu di SD Negeri 3 Mimika.
Ia sendiri mengisahkan pengalaman masa kecilnya, yang pernah merasakan pergi ke sekolah tanpa menggunakan sepatu.
Bahkan ketika ia sudah memiliki sepatu, ia pun harus melepasnya saat hujan karena takut rusak.
“Saya pernah merasakan sekolah tanpa sepatu. Waktu hujan, sepatu harus dibuka supaya tidak basah dan rusak. Pengalaman seperti itu, jangan sampai dirasakan lagi oleh anak-anak kita hari ini,” ungkapnya.
Sebab itu Dr Soedeson Tandra berharap bantuan yang diberikan, dapat membantu menunjang kebutuhan pendidikan siswa serta menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus semangat belajar dan meraih cita-cita. (Yero)














