Kabar Mimika

Pemkab Mimika Tingkatkan Kesadaran Publik, Cegah Munculnya Permukiman Kumuh Baru di Tengah Pesatnya Pembangunan

×

Pemkab Mimika Tingkatkan Kesadaran Publik, Cegah Munculnya Permukiman Kumuh Baru di Tengah Pesatnya Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Peserta sosialisasi penyadaran publik pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh, Selasa (22/9/2026) di Hotel Horison Ultima Timika.

Timika (Suaramimika.com) — Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Mimika menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penyadaran Publik Pencegahan Tumbuh dan Berkembangnya Permukiman Kumuh, Selasa, (22/9/2026) di Ballroom Hotel Horison Ultima.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Hery Onawame menyampaikan, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas lingkungan permukiman serta mencegah tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh sejak dini.

Pemerintah daerah kata Hery, menyoroti pesatnya pertumbuhan ekonomi dan dinamika pembangunan di Kabupaten Mimika, khususnya di Kota Timika. Tingginya laju migrasi dan pertambahan penduduk menjadi daya tarik tersendiri, namun juga membawa tantangan tersendiri bagi tata ruang kota.

“Pesatnya pembangunan ini menunjukkan kemajuan daerah. Namun di sisi lain, apabila tidak diimbangi dengan perencanaan ruang yang matang serta kepatuhan terhadap aturan penataan permukiman, kita akan berhadapan dengan risiko munculnya permukiman kumuh baru,” ujar Hery.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa permukiman kumuh bukan sekadar masalah estetika atau keindahan kota semata.

Persoalan ini kata Hery, berkaitan erat dengan kesehatan lingkungan, kualitas sanitasi, pengelolaan sampah, kondisi drainase, risiko bencana, hingga tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Mimika secara keseluruhan.

Oleh karena itu, penanganan permukiman kumuh tidak boleh hanya dilakukan saat suatu kawasan sudah terlanjur kumuh. Pencegahan sejak dini sebutnya, dinilai jauh lebih penting agar pertumbuhan kawasan permukiman dapat berlangsung secara terencana dan berkelanjutan.

Pemerintah tambah Hery, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif masyarakat. Kesadaran yang dimulai dari tingkat paling dasar menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas lingkungan.

Ada beberapa poin penting ungkapnya, yang ditekankan kepada masyarakat, di antaranya mematuhi tata ruang dan perizinan, termasuk memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebelum mendirikan bangunan.

Kemudian, menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah secara bijak dan memelihara saluran drainase dan sarana sanitasi di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Mari kita mulai dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat kita, demi Mimika yang sehat, tertata, dan sejahtera,” jelas Hery.

Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Permukiman, Yakobus Sule Melalui forum sosialisasi ini, seluruh lapisan masyarakat khususnya para tokoh masyarakat, ketua RT/RW, kepala kampung, dan lurah diajak untuk menjadi agen perubahan di wilayahnya masing-masing.

Para pemangku kepentingan tingkat akar rumput ini diharapkan aktif mengedukasi warga bahwa membangun hunian yang layak, aman, dan sehat merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi penerus. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *