Kesehatan

Kampung Atuka Jadi Pilot Project Penanganan Stunting di Mimika Tengah

×

Kampung Atuka Jadi Pilot Project Penanganan Stunting di Mimika Tengah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Kepala Distrik Mimika Tengah, Florensius Gemma Kwalik, TP PKK dan aparatur distrik.

Timika (Suaramimika.com) – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mimika terus digelorakan. Pemerintah Distrik Mimika Tengah bersama Tim Penggerak PKK Distrik Mimika Tengah mengambil langkah strategis dengan menunjuk Kampung Atuka sebagai wilayah percontohan (pilot project) penanganan stunting.

Kepala Distrik Mimika Tengah, Florensius Gemma Kwalik menekankan bahwa penanganan stunting merupakan agenda prioritas nasional yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat kampung lewat APBK, dukungan APBD kabupaten hingga provinsi, hingga tingkat pusat.

Ads

“Ini adalah agenda nasional sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Penanganan stunting harus dimulai dari APBK Kampung, kemudian didukung melalui APBD kabupaten/kota, provinsi, hingga pemerintah pusat. Semua harus bergerak bersama,” ujar Florensius, Rabu (30/9/2026).

Agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan, Florensius membeberkan sejumlah poin penting yang wajib diperhatikan oleh pemerintah kampung, kader PKK, dan posyandu, di antaranya dilakukan integrasi anggaran kampung dengan melakukan kegiatan PKK dan Posyandu wajib diakomodasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Kampung (RKPK) hingga Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (RAPBK).

Selanjutnya, dilakukan penguatan sinergi kesehatan yakni para kader Posyandu diinstruksikan untuk terus berkoordinasi dengan Puskesmas Atuka dalam menyusun kebutuhan gizi, pangan, serta perlengkapan pendukung agar bantuan tepat sasaran.

Penggunaan seragam resmi ditekankan sebagai identitas kelembagaan saat kader PKK menjalankan tugas pelayanan di tengah masyarakat.

Kemudian, pemantauan dan pembinaan tidak berhenti pada kegiatan hari itu saja, melainkan akan terus dikawal secara berkala hingga Desember 2026.

Florensius berharap, penunjukan Kampung Atuka sebagai percontohan ini nantinya dapat menjadi inspirasi sekaligus lokomotif percontohan bagi kampung-kampung lain di wilayah Distrik Mimika Tengah.

Ia juga berpesan kepada seluruh kader agar aktif dan tidak ragu berkonsultasi selama proses pendampingan berlangsung demi mewujudkan generasi Mimika yang sehat dan bebas stunting. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *