Timika (Suaramimika.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika saat ini, sedang menyelenggarakan kegiatan penyusunan Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026.
Pemutakhiran ini, dilakukan berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2025 tentang Pemuktahiran Data Pemilih Berkelanjutan.
Koordinator Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Mimika, Budiono Muchie mengatakan, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pihak Developer (Pengembang) sekaligus melakukan kegiatan coklit terbatas (coktas) Pemilih di beberapa Perumahan di Kabupaten Mimika, Selasa (12/5/2026).
Audiensi dan coktas berlangsung di tiga lokasi perumahan yakni, Perumahan Griya Anggrek Asri di Jalan Anggrek Kelurahan Inauga, Perumahan Raffles, dan Perumahan Residence Jalan Hasanuddin Kelurahan Pasar Sentral.
Coktas ini kata Budi dilakukan oleh tiga tim dan didampingi oleh pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mimika. Coktas ini sebutnya dilakukan karena data pemilih yang diturunkan oleh KPU RI sebelum diplenokan, harus dilakukan uji sampling soal kebenaran data tersebut.
“Sekalian kita ketemu developer. Kita sampaikan bahwa sekalian melakukan survei terkait dengan apakah di sini (perumahan residence) ada TPS tidak waktu Pemilu 2019. Ternyata tidak ada. Kita juga ambil datanya di sini, berapa KK di sini, kemarin ada berapa pemilih yang bisa memilih ,dan ada berapa perumahan yang dimiliki oleh developer residence ini,” ungkapnya.
Kata Budi, setelah di tiga lokasi perumahan, Coktas ini masih akan dilakukan di masa-masa pra tahapan Pemilu 2029. Setelah data pemilih semuanya terkumpul, nantinya akan dikolaborasikan dengan dinas terkait. Selain itu, data pemilih juga akan diupdate bersama kepala distrik, Bagian Tata Pemerintahan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung.
Lanjutnya, melalui Coktas ini, ada kemungkinan jumlah data pemilih bisa bertambah jika pembeli rumah sebelumnya berdomisili di luar Timika. Namun, data pemilih tidak bertambah apabila pembeli perumahan adalah warga dari Timika dan berKTP Timika.
Setelah Coktas tambah Budi, data pemilih yang sudah dikumpulkan akan dipilah jumlah pemilih berapa, yang sudah memilih berapa akan dikoordinasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Disdukcapil akan melakukan perekaman e-KTP apabila ada warga yang belum memiliki KTP.
“Jadi kita yang akan membawa data itu ke Capil supaya mereka bisa melakukan perekaman KTP ke wilayah-wilayah yang kita maksud. Supaya Capil bisa mengagendakan perekaman untuk perbaikan data,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Mimika, Salahudin Renyaan mengatakan, kehadiran Bawaslu dalam kegiatan ini adalah untuk memastikan seluruh warga di kawasan perumahan tersebut benar-benar terakomodasi dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Berkelanjutan.
Pengawasan ketat ini, kata Salahudin, berkaca pada evaluasi Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 lalu, di mana masih banyak warga yang kehilangan hak pilihnya karena belum terdaftar di DPT.
“Kami mendampingi KPU untuk memastikan pemenuhan DPT Berkelanjutan menuju Pemilu 2029 tidak lagi menemui kendala. Besar harapan kami, dengan adanya Coktas ini, masyarakat benar-benar ter-cover dalam DPT,” kata Salahudin.
Sebagai langkah awal, Bawaslu Mimika secara internal juga akan terus turun ke lapangan guna melakukan uji petik dan uji kelayakan terhadap progres data pemilih sepanjang tahun ini.
“Kami ingin memastikan di tahun-tahun mendatang, khususnya menuju 2029, target jumlah pemilih valid bisa tercapai demi menyukseskan pesta demokrasi,” katanya.
Ditempat yang sama, admin Perumahan Residence, Grestien menyebut jika total Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili di sini sebanyak kurang lebih 400 KK.
Ia mengaku jika pada Pemilu 2019 lalu, tidak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) di perumahan ini. Untuk itulah, warga sebagian besar memilih di TPS yang ada di Perumahan Griya Intan.
Grestien berharap pada Pemilu 2029 mendatang, ada TPS di perumahan Residence karena warga yang tinggal di sini berKTP Timika.
“Rata-rata pada Pemilu 2019 lalu, warga di sini pilih di griya Intan karena belum ada TPS di sini. Kami harap nanti ada TPS karana rata-rata warga di sini memang orang dari Timika,” pungkasnya. (Sitha)















