Kesehatan

Dinkes Mimika Libatkan Kelurahan Untuk Penerapan PHBS di Tengah Masyarakat

×

Dinkes Mimika Libatkan Kelurahan Untuk Penerapan PHBS di Tengah Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Pihak Kelurahan Pasar Sentral saat menyimak pemaparan materi dari Dinkes Mimika pada seminar PHBS, Kamis (18/6/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika menyelenggarakan seminar Keluarga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat kelurahan.

Kegiatan ini bekerja sama dengan empat kelurahan yakni Kelurahan Inauga, Kelurahan Pasar Sentral, Nawaripi dan Koperapoka.

Ads

Seminar PHBS ini dilaksanakan karena mengingat PHBS merupakan fondasi utama kesehatan keluarga dan masyarakat yang harus terjaga setiap hari.

Berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat yang dipengaruhi oleh perilaku, seperti rendahnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun, kurangnya aktivitas fisik, pengelolaan sampah yang belum baik, serta kurangnya pemanfaatan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui Seminar Keluarga PHBS Tingkat Kelurahan agar keluarga mampu menerapkan PHBS secara mandiri dan berkelanjutan.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Mimika, Carolina Heatubun mengatakan, sering kali masyarakat kurang menyadari bahwa penyakit baik menular maupun tidak menular bermula dari lingkungan di sekitar tempat tinggal sendiri.

“Penerapan PHBS di kelurahan maupun kampung sesungguhnya tidak sulit dan tidak harus menunggu program pemerintah dengan biaya besar karena semuanya bermula dari kebiasaan sederhana di rumah masing‑masing,” ujar Carolina.

Adapun kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan di rumah yaitu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, mengonsumsi air bersih dan makanan bergizi seimbang, membersihkan lingkungan dari jentik nyamuk secara rutin setiap minggu dan membuang sampah pada tempat yang disediakan.

Hal ini kata Carolina sangat penting mengingat penumpukan sampah masih menjadi tantangan nyata di berbagai titik Kabupaten Mimika.

“Apabila kebiasaan ini tertanam kuat di tingkat rumah tangga, maka akan terbentuk lingkungan masyarakat yang bersih, nyaman, dan derajat kesehatan masyarakat pun meningkat,” jelasnya.

Lanjut Carolina, para peserta seminar diambil dari unsur penggerak di tingkat akar rumput mulai dari Ketua RT, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, serta tokoh pemuda.

“Melalui seminar ini diharapkan pengetahuan dan keterampilan peserta semakin bertambah,” ungkapnya.

Setelah kegiatan selesai mereka tambahnya, mampu menyebarluaskan informasi yang benar kepada warga di lingkungannya dan menggerakkan penerapan PHBS secara nyata dan berkelanjutan mulai dari rumah masing‑masing. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *