Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melalui Tim Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Malaria Center Kabupaten Mimika, Papua Tengah melakukan Indoor Residual Spraying (IRS) atau Penyemprotan Residu Dalam Ruangan dalam pencegahan malaria di salah satu kafe ramai pengunjung yang berlokasi di Jalan Belibis, sebelah gedung Eme Neme Yauware.
Staf UPTD Malaria Center, Helena Kolin menyampaikan jika IRS dalam pencegahan malaria adalah metode penyemprotan dinding dan permukaan dalam rumah/ruangan dengan insektisida tahan lama untuk membunuh nyamuk dan memutus rantai penularan.
Seluruh pelaku usaha, khususnya yang beroperasi hingga malam hari, serta masyarakat umum kata Helena, diharapkan dapat memanfaatkan layanan IRS maupun fogging demi mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas risiko penularan malaria.
“Sangat disarankan bagi tempat usaha seperti kafe atau pelayanan yang buka hingga malam hari, karena nyamuk penular malaria aktif pada waktu tersebut,” ujar Helena, Selasa (4/8/2026).
Kata Helena, berbeda dengan fogging yang bertahan singkat, hanya sekitar beberapa minggu, dengan IRS, insektisida masih akan menempel hingga 6–12 bulan dan efektif menjamin kenyamanan dan keamanan dari nyamuk penular malaria.
Khusus untuk fogging, sebelumnya sudah banyak dilakukan di lingkungan kantor pemerintahan maupun permintaan masyarakat umum. Namun, untuk penerapan IRS di sektor usaha kafe di Mimika ini merupakan langkah baru.
Helena menyampaikan jika pemilik usaha kafe lainya bisa juga menerima layanan IRS ini dengan cara melakukan permintaan resmi dengan mengajukan surat permohonan yang ditujukan langsung ke UPDT Malaria Center.
“Cukup menyampaikan permohonan secara tertulis ke kantor (UPTD malaria center). Tim kamj akan segera turun ke lokasi dan jadwal penugasan disesuaikan dengan jumlah permintaan dan ketersediaan tim lapangan,” jelas Helena.
Selain IRS, tim juga tambah Helena melakukan upaya tambahan yakni skrining malaria.
Hal ini lanjutnya, penting karena banyak kasus malaria tidak menimbulkan gejala yakni orang tampak sehat namun membawa parasit yang menjadi sumber penularan bagi lingkungan sekitar
“Jika hasil positif, obat langsung diberikan di tempat da. jika diperlukan penanganan lanjutan, akan diarahkan ke Puskesmas terdekat wilayah tersebut,” katanya.
Sementara itu, mewakili Manajemen Cafe Ceko, Rusli Limpo mengapresiasi tim UPTD Malaria Center yang telah merespon permintaan mereka untuk melakukan IRS.
Kata Rusli, setelah IRS ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung cafenya agar terhindar dari penyebaran penyakit malaria.
“Kami berterima kasih kepada tim UPTD Malaria Center yang telah merespon permintaan kami untuk IRS hari ini. Kami harap setelah IRS, pengunjung merasa lebih nyaman dari penyebaran malaria,” pungkasnya. (Sitha)
















