Kesehatan

Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat, Dinkes Mimika Libatkan Kader Posyandu Manfaatkan TOGA

×

Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat, Dinkes Mimika Libatkan Kader Posyandu Manfaatkan TOGA

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai penutupan kegiatan workshop pengembangan kelompok kader asuhan mandiri TOGA, Kamis (25/6/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melibatkan peran dari para Kader Posyandu di Distrik Mimika Baru, yang meliputi 5 kelurahan wilayah kerja Puskesmas Timika yakni Kelurahan Otomona, Dingo Narama, Kebun Sirih, Kwamki Baru dan Koprapoka untuk kembali memanfaatkan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Sebanyak 30 kader dari 26 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Timika, mengikuti workshop pengembangan kelompok kader asuhan mandiri TOGA selama dua hari, yakni Rabu (24/6/2026) dan Kamis (25/6/2026) di aula Hotel Serayu, Timika.

Ads

Kepala Seksi Kesehatan Tradisional dan Komplementer Dinkes Mimika, Adolfina Tandilangan mengatakan, peran kader sangat penting sebagai ujung tombak pemberdayaan masyarakat. Kader tidak hanya menjadi penyampai informasi kesehatan, tetapi juga menjadi motivator dan teladan dalam penerapan perilaku hidup sehat serta pemanfaatan TOGA di lingkungan masing-masing.

“Oleh karena itu, melalui workshop ini diharapkan para kader dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam mengelola serta memanfaatkan tanaman obat keluarga secara benar, aman, dan bermanfaat,” ujar Adolfina.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat kapasitas kader, dalam mengenal berbagai jenis tanaman obat yang dapat dibudidayakan di lingkungan rumah tangga.

Selanjutnya para kader juga dapat memahami manfaat, dan cara pemanfaatan tanaman obat secara tepat dan aman.

Kemudian, mereka dapat mengembangkan kebun TOGA sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Para kader juga diharapkan dapat menyebarluaskan informasi dan praktik baik pemanfaatan TOGA kepada keluarga dan masyarakat.

Terakhir, para kader dapat mendukung pelaksanaan program kesehatan tradisional di wilayah kerja masing-masing.

“Melalui sinergi antara pemerintah, puskesmas, kader, dan masyarakat, kita optimis bahwa pemanfaatan TOGA dapat semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” jelas Adolfina.

Kata Adolfina, nara sumber workshop hari ini adalah dari Kementerian kesehatan, Kepala dinas kesehatan, Kepala bidang kesehatan lanjutan, farmasi dana alat kesehatan, Kepala seksi kesehatan tradisional dan komplementer serta Kepala Puskesmas Timika.

Para kader Posyandu sebut Adolfina mendapatkan materi soal pengenalan jenis‑jenis tanaman obat keluarga, manfaat, dan cara pemanfaatannya.

Dengan workshop ini, menggali kembali pengetahuan warisan leluhur yang mulai jarang tersosialisasi, menjadikan TOGA sebagai upaya promotif, preventif, dan kuratif untuk meningkatkan derajat kesehatan warga.

Setelah kegiatan ini, setiap Posyandu memiliki tanaman obat keluarga.

Untuk itulah, Adolfina berharap dukungan lintas sektor dengan melibatkan Ketua TP‑PKK Kabupaten Mimika, Dinas Pertanian, dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika.

“Selanjutnya ada komitmen kerja sama penyediaan bibit tanaman obat yang akan dibagikan ke peserta,” ungkapnya.

Adapun pada kegiatan ini, fokus awal adalah Puskesmas Timika sebagai percontohan dan selanjutnya dikembangkan ke seluruh 10 puskesmas wilayah kota, lalu diperluas ke wilayah pesisir. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *