Timika (Suaramimika.com) – Guna mempermudah proses penginputan data dan pelaporan retribusi dari 11 dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pemungut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika bakal segera menerapkan penggunaan aplikasi Sistem Integrasi dan Sinergitas Data Pelaporan Retribusi Daerah (Sindara).
Plt Kepala Bapenda Mimika, Slamet Sutejo mengatakan, hari ini pihaknya mengumpulkan seluruh OPD pengelola retribusi di lingkungan Pemda Mimika, Senin (20/7/2026) di ruang rapat Bapenda untuk melakukan perbaikan data yang belum lengkap sekaligus pendampingan langsung dari narasumber PT Citracom.
“Kita kumpulkan beberapa OPD yang mengelola retribusi. Yang dulu sifatnya masih manual sekarang kita buatin sistem jadi safu kanal sehingga mempermudah dalam penginputan pelaporan retribusi,” ujar Slamet.
Sindara kata Slamet, memiliki manfaat utama yakni memantau capaian target serta perkembangan realisasi secara jelas karena.
dapat diperiksa dan dipantau kapan saja secara cepat.
Aplikasi Sindara ini lanjutnya, erupakan inovasi unggulan Bapenda yang pada awal pengembangan dimulai tahun lalu, dan secara resmi mulai dijalankan sepenuhnya tahun ini.
“Sistem telah melalui pengujian menyeluruh (uji coba/perbaikan berulang) dan dinyatakan siap beroperasi,” ungkapnya.
Melalui aplikasi Sindara ini, ia berharap dapat meningkatkan kecepatan serta kualitas pelayanan publik, menyajikan data yang akurat dan dapat diakses secara real-time dan menjadi dasar yang kuat dalam menentukan langkah kebijakan dan strategi pengelolaan pendapatan daerah ke depan.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembukuan dan Pelaporan Bapenda,
Benedikta Renyaan menyebut, aplikasi Sindara ini merupakan inovasi yang ia kembangkan pada Diklat PIM ke-3 pada bulan Desember lalu, dan telah resmi diluncurkan.
Aplikasi Sindara ini menggantikan sistem pelaporan manual yang sebelumnya berjalan, serta menyatukan keterkaitan dengan sistem utama daerah yaitu Itax Mobile.
Bapenda dapat memantau setoran dan perkembangan pendapatan secara langsung/real-time. Kemudian, menghilangkan keterlambatan dan ketidakterhubungan data antar-sistem yang terjadi pada cara manual.
“Setelah tahap ini selesai, aplikasi langsung diberlakukan dan digunakan sepenuhnya menggantikan cara kerja lama,” pungkas Benedikta. (Sitha)
















