Kabar Mimika

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pengelola Pustakawan

×

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pengelola Pustakawan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika, Firon Mom Balinal (duduk depan) bersama peserta mengikuti Bimtek strategis pengembangan perpustakaan, teknologi dan informasi, Jumat (25/7/2026).

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategis Pengembangan Perpustakaan Teknologi, Informasi dan Komunikasi, yang diikuti oleh para pengelola perpustakaan dari distrik, kelurahan dan instansi terkait, Jumat (24/7/2026) di Hotel Front One.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Mimika, Hery Onawame mengatakan, tujuan Bimtek ini sangat penting, yaitu memberikan pemahaman mengenai pelaporan kegiatan perpustakaan melalui aplikasi yang telah disediakan oleh perpustakaan nasional Republik Indonesia.

Ads

“Melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan diharapkan mampu menjadi tempat masyarakat memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga dan komunitas,” jelas Hery.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Firon Mom Balinal menyebut jika Bimtek ini dirancang untuk menyentuh seluruh lapisan pemerintah/dinas, distrik, kampung, hingga masyarakat paling bawah.

Dengan Bimtek ini, pihaknya juga berupaya untuk mengintegrasikan kegiatan literasi dasar (membaca, belajar) dengan keterampilan produktif halal sesuai kebutuhan nyata masyarakat.

Selanjutnya, peserta Bimtek juga ungkapnya, diberikan pengetahuan contoh praktik pembuatan kopi, kue, pengolahan sagu, dan kerajinan lokal.

“Tujuannya agar warga tidak hanya terbiasa membaca, tetapi menerapkan ilmu menjadi keterampilan hidup dan ekonomi,” jelasnya.

Menyadari potensi kesalahpahaman bahwa kegiatan keterampilan dianggap ranah dinas lain, Firon menegaskan pendekatannya bersifat pelengkap dan edukatif, bukan tumpang tindih.

Sementara itu, nara sumber Bimtek, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Dra. Nani Suryani menuturkan jika penguatan literasi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau terkotak-kotak, melainkan harus membangun ekosistem yang saling terkoneksi dan terhubung antar-bidang.

“Bukan hanya menjadi ranah perpustakaan, melainkan melibatkan lintas instansi dan sektor,” kata Nani.

Lintas sektor seperti Dinas Kominfo menyediakan dukungan teknologi informasi dan digital, Dinas Kebudayaan Menjaga dan mengalihwahanakan nilai budaya lokal dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat mendorong kemandirian dan partisipasi masyarakat.

Selain itu ada peran juga dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif untuk mengaitkan literasi dengan keterampilan praktis contoh pengolahan hasil laut, pembuatan noken, kerajinan khas daerah dengan dukungan narasumber, bahan bacaan, dan sumber daya dari dinas terkait.

Nani berharap ke depannya program ini tidak hanya mengandalkan pendanaan dari Pemerintah Pusat/Perpustakaan Nasional, tetapi juga diinisiasi dan direplikasi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mimika serta dukungan APBN. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *