Timika (Suaramimika.com) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Mapurujaya, ribuan warga memadati Pelabuhan Perikanan Poumako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Sabtu (22/8/2026), untuk mengikuti pesta rakyat bersama anak-anak Lahir dan Besar Mapurujaya (Labema).
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang lahir dan besar di tengah masyarakat suku Kamoro.
Anak-anak yang tumbuh di Mapurujaya berada dalam lingkungan berbagai komunitas Kamoro, seperti Kaugapu, Muare, Pigapu, Hiripau dan Tipuka.
Karena itu kata Kemong, keberadaan dan masa depan anak-anak tersebut tidak boleh dilupakan oleh para tokoh masyarakat maupun mereka yang kini telah memiliki jabatan dan kewenangan.
“Jangan lupa kepada anak-anak ini. Ketika kalian sudah menjadi orang yang punya jabatan dan kewenangan, rangkul mereka dan dampingi orang asli di tempat ini,” ujar Kemong.
Ia juga meminta para tokoh masyarakat dan pemimpin memberikan pembinaan apabila anak-anak melakukan kesalahan.
“Kalau mereka keliru atau salah, kasih mereka nasihat dan ingatkan. Jangan melakukan kekerasan kepada mereka. Berikan mereka tempat yang baik. Itu menjadi tanggung jawab kita,” katanya.
Wabup juga mendorong anak-anak yang lahir dan besar di Mapurujaya membangun hubungan baik dengan berbagai pihak yang memiliki peran penting di masyarakat, termasuk guru, tenaga kesehatan dan para pengusaha.
Para pengusaha yang berasal dari berbagai daerah dan menjalankan usaha di Mapurujaya, kata dia, juga diharapkan memberikan ruang bagi anak-anak setempat untuk berkembang.
“Kita sama-sama jalan, rangkul mereka,” katanya.
Menurut Kemong, hubungan yang kuat antara generasi muda dengan para tokoh dan pemangku kepentingan dapat dibangun melalui interaksi sederhana dan pertemuan langsung.
“Undang mereka datang, duduk sama-sama, makan sama-sama seperti yang dilakukan hari ini. Saya kira ini luar biasa sekali,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pesta rakyat HUT ke-50 Mapurujaya dan berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga.
Selain menjadi momentum perayaan 50 tahun Mapurujaya, kegiatan tersebut juga diisi dengan deklarasi anak-anak Labema yang menyatakan sikap menolak minuman keras (miras) dan narkoba di Mapurujaya maupun Kabupaten Mimika.
Sementara itu, Koordinator Labema, Hj. Rampeani Rachman, dalam sambutannya menegaskan bahwa anak-anak Labema yang lahir, tumbuh dan ditempa di Mapurujaya telah banyak berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Mimika.
Ia menyebut, anak-anak Labema kini tidak hanya mengabdi di tengah masyarakat, tetapi juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis.
“Anak-anak Labema bukanlah orang yang abal-abal. Banyak di antara kami yang kini dipercaya menduduki jabatan-jabatan strategis. Lima anggota DPRK Mimika merupakan anak Labema. Selain itu, ada Kepala Dinas PUPR, Kepala Kesbangpol, serta anak-anak Labema yang mengabdi di berbagai bidang,” kata Rampeani.
Menurut dia, kontribusi anak-anak Labema juga terlihat di berbagai sektor, termasuk kejaksaan, kesehatan, pendidikan dan organisasi kemasyarakatan.
Ia menyebut sejumlah anak Labema dari Tipuka juga hadir dalam perayaan tersebut, termasuk mereka yang kini mengabdi sebagai tenaga kesehatan, tenaga pendidik dan aktivis yang selama ini memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan.
Rampeani turut menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah melahirkan, membesarkan dan mendidik anak-anak hingga mampu kembali memberikan pengabdian bagi daerah.
“Kami hadir hari ini bersama seluruh lapisan masyarakat. Kami ingin membuktikan bahwa anak-anak Labema yang lahir, besar dan ditempa di Mapurujaya telah kembali untuk membangun dan bangkit bersama Mapurujaya dan Kabupaten Mimika,” ujarnya.
Ia menegaskan, anak-anak Labema tidak ingin hanya menjadi penonton dalam pembangunan Mimika.
“Kami tidak ingin menjadi penonton di Kabupaten Mimika. Kami ada untuk Mapurujaya dan Kabupaten Mimika,” tegasnya.
Rampeani juga meminta doa dan restu seluruh masyarakat agar anak-anak Labema dapat terus berkontribusi membangun Mapurujaya dengan mengedepankan kasih sayang, persatuan dan kebersamaan.
Politisi Perindo ini mengajak seluruh masyarakat menjaga Kabupaten Mimika dengan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
“Mari kita bergandengan tangan bersama TNI, Polri dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi kita tidak dihancurkan oleh narkoba dan miras,” pungkas Rampeani. (Sitha)














