Timika (Suaramimika.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menegaskan bahwa proyek lanjutan pembangunan pelebaran ruas Jalan Irigasi penghubung antara Jalan Petrosea dan Jalan Hasanudin tetap berjalan dan dijadwalkan terlaksana pada tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, menyampaikan di Timika, Rabu, bahwa saat ini proyek infrastruktur tersebut sudah memasuki tahapan lelang. Pihaknya kini hanya tinggal menunggu hasil pengumuman lelang untuk dapat segera memulai fisik pengerjaan di lapangan.
“Sekarang sudah masuk tahap lelang tinggal tunggu hasilnya, kalau sudah keluar baru dilaksanakan,” ujar Yoga, Kamis (1/10/2026).
Proyek lanjutan pelebaran jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer ini kata Yoga, dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika Tahun Anggaran 2026 dengan estimasi nilai anggaran mencapai Rp3 miliar.
Kendati sudah masuk tahap tender, Yoga menyebut jika proyek ini dihadapkan pada kendala di lapangan, yakni maraknya bangunan warga berupa rumah maupun tempat usaha yang berdiri di atas jalur irigasi pada sisi kiri dan kanan badan jalan.
Sebagai catatan sejarah, saluran air tersebut lanjutnya, dulu dibangun dari Kali Selamat Datang SP 2 untuk mengairi area persawahan di SP 1 Kampung Kamoro Jaya, Distrik Wania, jauh sebelum kawasan tersebut padat permukiman.
“Ada beberapa warga yang bangun rumah dan tempat usaha di atas saluran Irigasi yang dulu dibangun pemerintah ini tentu akan menjadi polemik ketika dilakukan pelebaran. Tetapi tidak mungkin ada kepemilikan tanah di atas jalur Irigasi. Karena jalur Irigasi itu sudah dibangun jauh sebelum area tersebut ada pemukiman,” tegas Yoga.
Ia menambahkan, selama proses konstruksi berlangsung, pelaksana kegiatan diinstruksikan untuk segera membangun komunikasi aktif dengan Kepala Distrik Mimika Baru, Kepala Kelurahan Pasar Sentral, serta para Ketua RT setempat.
Pendekatan secara humanis dan sosialisasi masif ungkap Yoga, dinilai penting agar masyarakat dapat memahami tujuan pembangunan.
Yoga menyampaikan jika pelebaran jalan ini dilakukan demi kepentingan masyarakat luas mengingat volume kendaraan di ruas jalan tersebut sudah sangat padat, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.
“Oleh karena itu, dukungan penuh dari segenap warga sangat diharapkan agar proyek ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti,” pungkas Yoga. (Sitha)















