Kabar Mimika

Optimalisasi Pendapatan Daerah: PBB-P2 Mimika Tembus 94,35 Persen di Tengah Menunggu Finalisasi Target APBD Perubahan 2026

×

Optimalisasi Pendapatan Daerah: PBB-P2 Mimika Tembus 94,35 Persen di Tengah Menunggu Finalisasi Target APBD Perubahan 2026

Sebarkan artikel ini
Hendrikus Selitubun.

Timika (Suaramimika.com) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mimika terus menggenjot penerimaan sektor pajak daerah menjelang akhir tahun anggaran 2026.

Berdasarkan data terbaru, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mimika sejauh ini telah menyentuh angka 72,92 persen atau setara dengan Rp299,7 miliar dari target awal senilai Rp410,9 miliar.

Ads

Sekretaris Bapenda Kabupaten Mimika, Hendrikus Setitit, menjelaskan bahwa persentase tersebut dihitung berdasarkan target lama yang berlaku.

Sementara itu, angka pasti untuk target final baru akan diketahui setelah proses pembahasan dan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan rampung dibahas bersama DPRK Mimika.

“Kalau kita masih menggunakan target yang lama, PAD kita sudah mencapai 72,92 persen,” ujar Hendrikus, Rabu (1/10/2026).

Hendrikus menyampaikan, komposisi target PAD berpotensi mengalami penyesuaian, salah satunya pada sektor Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Proyeksi target BPHTB yang mulanya dipatok sekitar Rp70 miliar kabarnya berpeluang disesuaikan menjadi kisaran Rp15 miliar. Kendati demikian, pihak Bapenda masih menunggu ketok palu dan hasil finalisasi resmi dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan legislatif.

Di tengah dinamika penyesuaian target tersebut, sejumlah sektor pajak menunjukkan performa yang sangat gemilang. Salah satunya dicetak oleh Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Dari target yang dibebankan sebesar Rp85,95 miliar, realisasinya kini telah meroket hingga mencapai Rp81,10 miliar atau sekitar 94,35 persen per Selasa (29/9/2026).

“Untuk PBB itu sampai hari ini sudah 94,35 persen. Saya optimis PBB kita bisa terealisasi karena tinggal sekitar tiga bulan lagi,” jelas Hendrikus.

Lonjakan penerimaan PBB-P2 ini tidak terlepas dari kontribusi besar PT Freeport Indonesia yang menyumbang sekitar Rp70 miliar. Adapun sisa kekurangan target ditopang langsung oleh partisipasi masyarakat luas serta para pelaku usaha di wilayah Kabupaten Mimika.

Guna mengoptimalkan sisa waktu tiga bulan menjelang penutupan tahun anggaran, Bapenda Mimika memilih langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan.

Strategi “jemput bola” ini diterapkan guna mendongkrak tingkat kepatuhan para wajib pajak dalam menunaikan kewajiban fiskal mereka.

Selain PBB-P2, sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) turut memegang peranan vital dalam struktur pendapatan daerah.

Sepanjang tahun 2026, target PBJT dipatok pada angka Rp184,27 miliar, dengan capaian sementara yang berhasil dikantongi telah mencapai Rp137,23 miliar.

Sektor PBJT sendiri mencakup berbagai objek pajak produktif, seperti pajak atas makanan dan minuman, jasa perhotelan, serta berbagai penyediaan barang dan jasa tertentu lainnya sesuai regulasi perpajakan daerah yang berlaku.

Dengan sisa waktu efektif yang ada, Bapenda Mimika berkomitmen untuk terus mengoptimalkan segenap potensi penerimaan yang tersisa.

Keberhasilan pencapaian target akhir tahun ini nantinya akan sangat bergantung pada tingkat kesadaran serta kepatuhan wajib pajak, serta kepastian hukum dari hasil akhir penetapan APBD Perubahan 2026. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *