Timika (Suaramimika.com) – Perubahan suhu udara ekstrem disertai kabut asap yang menyelimuti wilayah Timika sejak September 2026 mulai memicu krisis kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah mencapai 72.977 penderita hingga pertengahan Oktober 2026.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Kamaludin, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini terekam di seluruh fasilitas Puskesmas se-Kabupaten Mimika. Puskesmas Tembagapura menduduki peringkat teratas dengan 21.106 kasus, disusul Puskesmas Wania sebanyak 11.466 kasus, dan Puskesmas Karang Senang dengan 8.116 kasus.
“Kondisi ini memerlukan kewaspadaan tinggi. Selain ISPA, paparan asap memicu risiko perburukan bagi penderita TBC, pneumonia, hingga iritasi mata merah. Kami meminta warga tidak keluar rumah jika tidak mendesak,” ujar Kamaludin, Rabu (14/10/2026).
Dinkes Mimika telah menerbitkan edaran kewaspadaan dini serta mendistribusikan masker secara gratis di ruang-ruang publik untuk mendorong kesadaran masyarakat akan ancaman polusi asap saat ini.
“Kami ingin membangun awareness bahwa situasi udara sedang tidak sehat. Pembagian masker adalah tanda agar warga membentengi diri. Jika merasa sesak, batuk, atau gangguan pernapasan lainnya, segera periksakan diri ke Puskesmas terdekat,” himbaunya.
Menanggapi lonjakan ini, Dinkes Mimika telah mengeluarkan surat edaran kewaspadaan dini, membagikan masker secara gratis di area publik, serta mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah guna menekan angka penularan. (Sitha)















