Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menggelar Pertemuan Evaluasi Puskesmas dan Rumah Sakit dalam Pencegahan dan Penanganan Penyebab Utama Kematian Ibu dan Bayi Tahun 2026 di Ballroom di Hotel Horison Diana Timika, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah responsif menyikapi masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di wilayah Kabupaten Mimika.
Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau, SKM., menjelaskan bahwa kegiatan evaluasi ini penting untuk meninjau kembali kinerja petugas di fasilitas layanan kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat dapat dimaksimalkan ke depan.
“Iya, kegiatan hari ini di Horison terkait dengan kematian ibu dan bayi, karena kita tahu ini masih tinggi. Makanya dibuat evaluasi lagi ke teman-teman di layanan, karena mungkin sebelumnya kerja mereka kurang maksimal,” ujar Marselino.
Marselino menyebutkan jika berdasarkan data, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika periode Januari–September 2026, tercatat sebanyak 3.943 kelahiran hidup, dengan 10 kasus kematian ibu, 41 kematian neonatal, 8 kematian pascaneonatal, dan 2 kematian anak usia 12–59 bulan.
Secara kumulatif, tercatat ada 49 kematian bayi dan 51 kematian balita, di mana Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 253,61 per 100.000 kelahiran hidup, masih berada di atas target Renstra Kementerian Kesehatan tahun 2026 yaitu sebesar 109 per 100.000 kelahiran hidup.
Menanggapi kondisi tersebut, Marselino menekankan pentingnya pelayanan yang proaktif, termasuk kunjungan langsung (door-to-door) ke masyarakat guna mendeteksi secara dini ibu hamil yang memiliki risiko tinggi.
Ia menyebutkan bahwa fasilitas di Puskesmas sebenarnya sudah lengkap dengan tenaga medis yang memadai seperti dokter, bidan, perawat, hingga tenaga kesehatan lingkungan (Kesling).
“Sebenarnya pelayanan Puskesmas itu sudah lengkap, jalan dengan tenaga lengkap, bidan, perawat, dokter, kesling. Petugas harus bisa lihat kembali, mungkin kemarin karena pasien banyak atau kendala lain, sehingga turun-naik belum maksimal. Ke depan harus lebih dimaksimalkan, kalau bisa ada pelayanan door-to-door,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan pelayanan langsung di lapangan, petugas dapat segera menemukan ibu hamil dengan gejala atau faktor risiko tertentu untuk langsung dirujuk ke Puskesmas.
Selain menyoroti kinerja tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Mimika juga mengimbau kesadaran dari para ibu hamil itu sendiri beserta keluarga agar lebih disiplin menjaga kesehatan kehamilan, rutin memeriksakan diri, serta menghindari aktivitas berat yang berisiko bagi kesehatan ibu dan janin.
“Kami tekankan agar melayani semaksimal mungkin. Apalagi ibu hamil yang sudah masuk usia berisiko, itu yang harus kita hati-hati dan segera ditangani. Di sisi lain, kesadaran kembali ke ibu hamil itu sendiri untuk rajin memeriksakan diri dan menjaga kesehatan, tidak beraktivitas berlebihan di kebun, hutan, atau laut yang dapat mengabaikan kesehatan,” pungkas Marselino. (Sitha)













