Kabar Mimika

Jalankan MBG di Wilayah Pedalaman Mimika, Satgas Lakukan Pemetaan

×

Jalankan MBG di Wilayah Pedalaman Mimika, Satgas Lakukan Pemetaan

Sebarkan artikel ini
Wabup Mimika, Emanuel Kemong saat meninjau pelaksanaan program MBG pada salah satu di Mimika.

Timika (Suaramimika.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pedalaman Kabupaten Mimika, akan dilakukan dengan tahapan pemetaan terlebih dahulu oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Satuan Tugas (Satgas) MBG Mimika.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong yang juga Ketua MBG, mengatakan pihaknya mulai mengarahkan perhatian pada pengembangan program MBG di wilayah pedalaman.

Kata Kemong, sebagai langkah awal akan difokuskan pada proses evaluasi, sekaligus pemetaan kesiapan daerah. Kawasan pedalaman yang masuk kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dinilai membutuhkan pendekatan berbeda, terutama dalam hal dukungan masyarakat serta potensi sumber daya lokal.

Kemong menjelaskan, tim akan melakukan survei untuk mengidentifikasi wilayah-wilayah yang siap menjalankan program. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari penerimaan masyarakat hingga potensi yang bisa dikembangkan secara mandiri.

Pendekatan yang disiapkan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. Program MBG di pedalaman diarahkan untuk memanfaatkan sumber daya lokal, termasuk pengembangan pangan berbasis hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan setempat.

“Pangan lokal akan menjadi kekuatan utama. Setiap wilayah didorong mengembangkan potensi yang ada sesuai kondisi masing-masing,” ujar Kemong pada Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, tidak semua wilayah langsung dijalankan secara bersamaan. Tahapan awal difokuskan pada titik-titik yang dinilai siap, baik dari sisi masyarakat maupun dukungan lingkungan. Sosialisasi juga menjadi bagian penting agar program dapat diterima dengan baik.

Kedepan, program MBG diharapkan terintegrasi dengan berbagai sektor lain seperti koperasi, kelompok tani, hingga peternak akan dilibatkan sebagai penopang utama.

Komoditas seperti sayuran, buah-buahan, hingga ternak seperti ayam, dan babi diproyeksikan menjadi bagian dari rantai pasok program.

Konsep ini juga membuka ruang bagi koperasi untuk tidak hanya mendatangkan barang dari luar, tetapi turut mengelola dan memasarkan hasil produksi lokal. Dengan demikian, perputaran ekonomi di tingkat masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Selain mendukung program MBG, skema ini juga diharapkan memperkuat sektor lain seperti sekolah rakyat dan kegiatan ekonomi berbasis komunitas.

Saat ini, pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian pelaksanaan program di wilayah perkotaan sebelum memperluasnya secara bertahap ke pedalaman dengan konsep yang lebih matang dan berkelanjutan. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *