Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus berupaya untuk memperkuat tata laksana penanganan dan pencegahan stunting (gagal tumbuh) pada anak dengan menggelar pelatihan khusus bagi tim kesehatan dari 26 Puskesmas.
Narasumber dalam pelatihan ini didatangkan langsung dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Harapan Kita, Jakarta, yakni dokter spesialis anak dr. Novitria Dwinanda, Sp.A (K) dan dr. Prajnya Pramitha, Sp.A.
Pelatihan ini berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga, Rabu-Sabtu (15-18/7/2026).
Sekretaris Dinkes Mimika, Dr. Sisma HL,mengatakan, peserta pelatihan terdiri dari dokter, bidan, perawat, dan tenaga gizi dari berbagai Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM).
“Memang benar, angka prevalensi stunting di wilayah kita telah menunjukkan penurunan, mencapai sekitar 9,5% sejalan dengan penurunan angka secara nasional. Namun demikian, penurunan angka ini bukan berarti tugas kita selesai atau hal ini dapat diabaikan. Penguatan kapasitas dan pelatihan bagi tenaga kesehatan tetap harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” jelas Sisma.
Materi pelatihan kata Sisma, difokuskan pada aspek kritis dalam tumbuh kembang anak, meliputi hari pertama kehidupan (first 1000 days), deteksi gangguan oromotor (mulut dan tenggorokan), serta intervensi kalori yang tepat.
Hal ini bertujuan untuk mencegah dampak jangka panjang stunting yang bersifat permanen terhadap kecerdasan dan fisik anak.
Adapun tujuan dan hasil utama (output) dari pelatihan ini jelas Sisma, adalah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan.
Salah satu capaian dari pelatihan ini yakni pada jangka pendek yang diharapkan adalah kemampuan teknis petugas yang semakin terasah.
Contoh yang paling mendasar adalah teknik pengukuran antropometri yang akurat. Sebab, kesalahan dalam pengukuran sejak awal akan menyebabkan kesalahan pula dalam penentuan diagnosis.
Oleh karena itu, pelatihan ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan tersebut, hingga bagaimana mendeteksi dini, menata laksana, mendampingi, dan mengevaluasi penanganan secara menyeluruh. (Sitha)
















