Timika (Suaramimika.com) — Aliansi Pemuda Amungme (APA) Mimika menggelar aksi demonstrasi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat adat terkait permasalahan rekrutmen dan kebijakan daerah.
Aksi ini dipimpin langsung oleh Ketua APA Mimika, Helois Kemong, bersama Koordinator Lapangan (Korlap), Patrianus Solme, Senin (21/9/2026) di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika.
Dalam orasinya, Helois Kemong dan Patrianus Solme menyoroti berbagai persoalan mendasar yang dinilai merugikan hak-hak anak negeri, khususnya Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Mimika.
Massa aksi membentangkan spanduk bertuliskan “Bupati Mimika Bangun Modus Penipuan Terhadap Anak-Anak Negeri (Formasi CPNS 2024)” serta membawa sejumlah poster aspirasi.
Berikut poin-poin penting yang disuarakan dalam aksi tersebut yakni tuntutan Kejelasan Formasi CPNS 2024. Aliansi menyoroti proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2024 yang dinilai sarat akan masalah dan tidak berpihak secara optimal kepada anak-anak asli Papua.
Selanjutnya, mereka menyampaikan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Daerah. Helois menilai bahwa kepala daerah dan pihak eksekutif kurang akomodatif serta lambat dalam mengambil kebijakan yang berpihak pada perlindungan hak-hak dasar OAP di bidang ketenagakerjaan.
Massa juga menyoroti soal Dana Otonomi Khusus (Otsus). Massa mempertanyakan transparansi dan efektivitas penggunaan dana Otonomi Khusus serta Dana Alokasi Umum (DAU) yang seharusnya berfokus pada pemberdayaan, peningkatan kapasitas, serta perlindungan masa depan generasi muda lokal.
Kemudian, mereka mendesak adanya dialog terbuka. Pihak aliansi menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai belum memberikan solusi konkrit dan ruang dialog yang memadai untuk menjawab tuntutan para pemuda meskipun mereka telah berupaya mengikuti prosedur birokrasi hingga tingkat kementerian.
“Melalui aksi damai ini, APA Mimika mendesak agar pemerintah daerah segera mengevaluasi kebijakan rekrutmen dan lebih serius memperhatikan serta melindungi hak-hak hidup anak negeri di tanah kelahirannya sendiri,” pungkas Helois. (Sitha)














