Timika (Suaramimika.com) — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mimika optimistis realisasi anggaran tahun 2026 dapat mencapai target hingga 90 persen sampai akhir tahun nanti.
Kendati demikian, percepatan pelaksanaan kegiatan serta pembaruan data progres fisik oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dinilai menjadi kunci utama untuk mewujudkan target tersebut.
Kepala Bappeda Kabupaten Mimika, Septinus Timang, mengungkapkan bahwa waktu efektif guna mendorong pelaksanaan program dan kegiatan saat ini semakin terbatas.
Pasalnya, ketika memasuki bulan Desember mendatang, seluruh OPD mulai harus fokus pada penyusunan laporan serta pertanggungjawaban akhir tahun anggaran.
Menurut Septinus, hingga saat ini masih ada sejumlah kegiatan yang progres fisiknya belum sepenuhnya tercatat di dalam sistem monitoring dan evaluasi (Simonev). Padahal, pekerjaan di lapangan kemungkinan besar sudah berjalan, namun belum seluruhnya diperbarui oleh operator di masing-masing OPD.
Ia meyakini, apabila data progres pekerjaan tersebut nantinya sudah dimasukkan secara keseluruhan ke dalam sistem, angka realisasi fisik secara otomatis akan mengalami peningkatan.
“Kalau kita bisa berjalan di angka 90 persen pada akhir tahun anggaran, itu sudah bagus. Kami berharap ketika teman-teman sudah memasukkan progres pekerjaan di lapangan ke dalam sistem, angkanya juga akan naik,” ujar Septinus, Selasa (3/11/2026).
Situasi serupa turut dialami pada pelaksanaan program yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Saat ini, pihak pemerintah masih menantikan proses evaluasi terhadap perubahan anggaran, termasuk dalam hal penyelesaian perhitungan sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA).
Septinus berharap agar proses evaluasi tersebut dapat segera rampung dalam waktu dekat, sehingga berbagai kegiatan yang didanai melalui dana Otsus bisa segera berjalan optimal dan mendongkrak kenaikan realisasi anggaran.
Melalui kesempatan yang sama, ia turut mengimbau kepada seluruh operator serta penanggung jawab program di setiap OPD agar segera memperbarui data pelaksanaan kegiatan masing-masing. Langkah ini penting agar seluruh progres pekerjaan yang telah berjalan di lapangan dapat tercatat secara akurat.
“Rata-rata progres fisik yang terlihat saat ini baru sebagian yang diperbarui. Kalau pekerjaan yang sudah berjalan dilaporkan ke dalam sistem, tentu progresnya akan naik,” pungkasnya. (Sitha)















