Timika (Suaramimika.com) – Dalam rangka memantau capaian program dan memastikan kesesuaian dengan standar nasional, sekaligus meningkatkan kualitas data dan capaian program pelayanan bayi baru lahir.
Maka Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melakukan pertemuan dengan para Penanggung Jawab (PJ) Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan dokter, di ruang Kamora, Hotel Grand Tembaga pada Rabu (10/6/2026).
Pertemuan ini melibatkan Pj MTBS, dokter dari 26 Puskesmas, dan klinik swasta.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga Dinkes, Nelly Pangaribuan mengatakan, dasar hukum dilaksanakannya pertemuan evaluasi ini adalah Permenkes Nomor 6 Tahun 2024, tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dimana, pelayanan bayi baru lahir termasuk salah satu dari 12 indikator SPM.
“Indikator pelayanan bayi baru lahir tidak hanya menghitung jumlah kelahiran di fasilitas kesehatan, tetapi juga kelengkapan layanan,” ujar Nelly.
Adapun kelengkapan layanan itu terdiri dari KN 1 layanan esensial, KN 2 layanan lanjutan dan KN 3 pemantauan lanjutan.
Termasuk skrining bayi baru lahir yang terdiri dari skrining PJB (Penyakit Jantung Bawaan), skrining SHK (Skrining Hipotiroid Kongenital).
Skrining ini, merupakan bagian dari program prioritas nasional CKG (Cakupan Kesehatan Gratis).
Kata Nelly, pemerintah berharap pengelolaan data dan aplikasi dengan alur pencatatan data persalinan dicatat di aplikasi GISI-GESGA.
Data bayi baru lahir dipindahkan ke aplikasi Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), khusus untuk program skrining.
Melalui pertemuan ini pemerintah kelas Nelly, berharap semua bayi baru lahir di 26 Puskesmas dan klinik sudah terinput lengkap di aplikasi ASIK sesuai indikator CKG.
“Akan dilakukan evaluasi untuk melihat berapa Puskesmas yang sudah lengkap, mengidentifikasi kendala, dan berdiskusi bersama solusinya. Saya berharap semua peserta dapat belajar bersama, tidak ada yang paling tahu segalanya,” pungkas Nelly. (Sitha)















