Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melaksanakan Workshop Penanggulangan Malaria bagi para tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu), di ruang Otomona, Hotel Grand Tembaga pada Rabu (10/6/2026).
Kepala Seksi Kasie P2P Dinkes Mimika, Kamaludin mengatakan, workshop ini diikuti oleh 44 perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lain dari 17 Pustu sesuai penugasan kepala Puskesmas.
Melalui workshop ini, para petugas Pustu diharapkan dapat meningkatkan kapasitasnya untuk upaya penanggulangan malaria.
Selain itu, petugas Pustu juga dapat menguasai standar deteksi dini, pengobatan, pengendalian vektor, serta pencatatan dan pelaporan yang benar.
“Kami harap dengan workshop ini nantinya para petugas Pustu dapat membantu upaya untuk mempercepat eliminasi malaria hingga tingkat kampung,” ujarnya.
Kata Kamal, petugas Pustu diberikan pelatihan untuk dapat melakukan tindakan yakni, Pemeriksaan Massal atau Mass Blood Survey (MBS) yakni program skrining darah massal.
Untuk mendeteksi dini parasit malaria pada masyarakat, terutama di daerah endemis yang dilakukan setiap 2 minggu di kampung.
“Petugas Pustu diharapkan juga dapat melakukan pemeriksaan rutin yakni semua pengunjung meski keluhan lain seperti batuk, atau pilek wajib dites malaria,” jelasnya.
Kemudian, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan yakni Pengawasan Minum Obat (PMO) dengan memastikan pasien minum obat tuntas.
Selain itu, pengendalian vektor malaria dengan memantau penggunaan kelambu, kampanye obat nyamuk, dan anjuran pakai baju tertutup di malam hari, harus dilakukan oleh para petugas Pustu.
Terakhir, melakukan survei migrasi dengan memeriksa orang yang datang dari Timika untuk mencegah penyebaran.
Lanjut Kamal, dengan workshop yang baru diadakan dengan sasaran kepada para petugas Pustu ini, dilakukan agar mereka mandiri dan setara perannya dengan petugas di Puskesmas.
“Sebelumnya kita hanya melibatkan dokter dan petugas Puskesmas Induk, ini pertama kali melibatkan langsung petugas Pustu agar mereka mandiri dan setara perannya, terutama di daerah terpencil/pesisir yang sulit dijangkau,” pungkas Kamal. (Sitha)















