Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika mencatat capaian pemeriksaan terduga Tuberculosis (TB) saat ini dari target pemeriksaan:l sebanyak 17.000 orang
dan terealisasi lebih dari 15.000 orang atau 91% (angka kabupaten sudah cukup baik).
Walaupun secara kabupaten sudah baik, namun cakupan pemeriksaan terduga TB rendah di wilayah pesisir.
Melihat persoalan inilah maka Dinkes Mimika menggelar Workshop Training of Trainer (ToT) untuk Dokter, Juru Tb dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) di Ruang Pertemuan Kamora Hotel Grandtembaga, Kamis (11/6/2026).
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M), Kamaludin mengatakan, termasuk indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan untuk melakukan pemeriksaan terduga TB sesuai standar dan tes HIV.
Namun, dalam pemeriksaan terduga TB ini masih ditemui masalah dan tantangan utama di wilayah pesisir.
“Kemungkinan penyebab karena sistem kerja shift, petugas kurang paham alur program, sehingga kasus terduga tidak terdeteksi dan dicatat,” ujar Kamal.
Kata Kamal, angka kesembuhan pasien TB juga masih di bawah target yakni dari 90%,
capaian saat ini 76%.
“Masih ada kendala dalam pengawasan pengobatan sampai tuntas,” jelasnya.
Pemeriksaan sampai pengobatan TB lanjutnya, menjadi program prioritas nasional (quick win presiden) dan diawasi ketat setiap bulan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kinerja akan ditanya secara mendalam jika tidak memenuhi standar.
Untuk itulah, ia berharap dengan upaya
pelatihan dua hari ini, peserta menguasai materi, lalu mentransfer ilmu ke rekan kerja di Puskesmas atau Pustu.
Kamal juga berharap agar peran petugas kesehatan di Pustu dapat dioptimalkan untuk mengawasi pasien yang tinggal jauh dari Puskesmas induk, agar pengobatan berjalan lancar sampai selesai.
“Sebagai jejaring kerja, Puskesmas induk harus berkoordinasi erat dengan Pustu,” pungkas Kamal. (Sitha)
















