Timika (Suaramimika.com) – Pemerintah Provinsi Papua Tengah membiayai penuh pendidikan dokter spesialis, dan kedokteran dasar bagi putra-putri daerah asal Mimika dan wilayah sekitarnya.
Saat ini terdapat dua orang dokter dari Rumah Sakit Waa Banti, dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) yang berminat mengikuti program ini.
Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah, Kristianus Tebai mengatakan, sesuai visi misi gubernur, program pendidikan dokter spesialis ditujukan untuk melengkapi kebutuhan 15 rumah sakit yang ada di seluruh wilayah Papua Tengah.
Inisiatif ini merupakan program afirmasi khusus Orang Asli Papua (OAP), untuk mengatasi krisis tenaga kesehatan.
“Pemprov Papua Tengah membuka dan menanggung penuh biaya pendidikan bagi dokter yang ingin melanjutkan studi spesialisasi. Pemerintah menargetkan 100 dokter spesialis (seperti dokter anak dan spesialis lainnya) selama lima tahun masa kepemimpinan gubernur dan Wakil Gubernur,” ujar Kristianus.
Melihat adanya kekurangan dokter, maka Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendukung penuh melalui berbagai langkah strategis dengan merekrut dan membiayai pendidikan dokter spesialis.
Ada juga upaya untuk melakukan pembinaan tenaga lokal dengan memprioritaskan pendanaan pendidikan bagi putra-putri daerah, terutama yang berasal dari wilayah yang memiliki tantangan akses dan keamanan (seperti Intan Jaya, Puncak Jaya).
Agar setelah lulus mereka dapat mengabdi kembali, dan mengisi kekosongan tenaga di daerah asalnya.
“Tahun ini direncanakan untuk membiayai pendidikan sekitar 20 orang,” jelasnya.
Pemprov Papua Tengah juga melakukan upaya koordinasi lintas instansi dengan mendorong seluruh kabupaten/kota di Papua Tengah untuk melakukan perhitungan kebutuhan tenaga secara serentak, melibatkan Dinas Kesehatan, BKD, Inspektorat, dan instansi terkait lainnya.
“Hal ini penting agar perencanaan dapat diteruskan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) serta Kementerian Kesehatan, sehingga alokasi dan penempatan tenaga dapat berjalan efektif,” pungkasnya. (Sitha)
















