Kesehatan

Perkuat Layanan Posyandu, Dinas Kesehatan Mimika Gelar TOT Untuk Tenaga Kesehatan

×

Perkuat Layanan Posyandu, Dinas Kesehatan Mimika Gelar TOT Untuk Tenaga Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs dan jajaran bersama nara sumber, peserta TOT Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Senin (23/6/2026).

​Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Bagi Pelatih (Training of Trainers/TOT) Keterampilan Dasar Kader Posyandu bagi Tenaga Kesehatan, pada Senin (22/6/2026) sampai Kamis (25/6/2026).

Pelatihan dilaksanakan dengan tujuan, untuk menguatkan sistem pelayanan kesehatan primer di tingkat akar rumput.

Ads

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan pentingnya peran strategis Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti imunisasi, pendidikan gizi, serta kesehatan ibu dan anak.

“Satu orang tenaga kesehatan yang terlatih akan mampu membina puluhan bahkan ratusan kader. Kader-kader tersebut pada gilirannya akan melayani ribuan masyarakat di wilayahnya masing-masing,” ujar Godfried.

Posyandu kata Godfried, memegang peran kunci dalam strategi pencegahan dan penanganan kasus stunting di daerah.

Langkah intervensi ini merujuk pada regulasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP).

Melalui kurikulum resmi nasional tahun 2023, para tenaga kesehatan dipersiapkan menjadi fasilitator daerah yang mampu mendiseminasikan 25 keterampilan dasar kepada para kader Posyandu secara berjenjang.

Keterampilan tersebut mencakup pelayanan promotif, preventif, pencatatan pelaporan, hingga komunikasi perubahan perilaku.

Berdasarkan data teknis penyelenggaraan, pelatihan menggunakan metode klasikal dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang menekankan partisipasi aktif melalui simulasi dan microteaching.

Sebanyak 37 peserta tercatat mengikuti program ini, terdiri dari 25 tenaga kesehatan dari Kabupaten Mimika, 5 tenaga kesehatan dari Kabupaten Nabire, serta didukung oleh fasilitator, panitia, dan 3 orang widyasuara dari Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Papua.

Pihak otoritas menargetkan luaran berupa tersedianya 30 tenaga kesehatan, atau fasilitator daerah yang tersertifikasi secara standar.

Untuk memastikan akuntabilitas dan mutu kelulusan, peserta diwajibkan melalui proses evaluasi ketat yang mencakup post-test dengan nilai minimal 70 serta pemenuhan bobot penilaian tugas hingga 100 persen. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *