Kesehatan

1.731 Usia Produktif di Mimika, Bakal Dapat Pelayanan MCU Gratis

×

1.731 Usia Produktif di Mimika, Bakal Dapat Pelayanan MCU Gratis

Sebarkan artikel ini
Feika Rande Ratu.

Timika (Suaramimika.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika akan menghadirkan layanan Medical Check Up (MCU) gratis kepada 1.731 usia produktif.

MCU pada usia produktif ini menyasar tokoh agama, tokoh masyarakat, orang yang hasil pemeriksaan kesehatan gratis di Puskesmas butuh penanganan lanjut dan Anggota Paskibra, tahun 2026.

Ads

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular Dinkes Mimika, Feika Rande Ratu mengatakan, untuk menjalankan pelayanan MCU pada usia prokduktif ini, pihaknya melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada petugas kesehatan dari 10 Puskesmas wilayah kota, pada Rabu (24/6/2026) di ruang Otomona Hotel Grand Tembaga.

Feika menyebut jika pelayanan MCU pada usia produktif ini, akan dimulai 1 pada Juli 2026.

“Awal dimulai di 10 puskesmas wilayah kota masing‑masing. Jika perlu, diberikan surat pengantar untuk pemeriksaan lanjut ke RSUD. Total anggaran Rp 3 miliar, dan biaya per peserta paket lengkap Rp 1.500.000,” ujar Feika.

Pelayanan MCU pada usia produktif ini, dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeteksi dini masalah kesehatan dan mengidentifikasi faktor risiko penyakit.

Ini sangat penting untuk memastikan kondisi fisik tetap prima, mendukung produktivitas kerja, serta mencegah timbulnya komplikasi penyakit kronis di kemudian hari.

MCU usia produktif (paket lengkap) meliputi cek thorax (rontgen dada), perut, mata, dan jantung. Dilakukan di RSUD karena peralatan belum tersedia di puskesmas. Berbeda dengan MCU umum yang cakupannya lebih terbatas.

MCU pada usia produktif ini kata Feika, berbeda dari MCU umum yang sasaranya sebanyak 1.000 orang, khusus siswa lanjutan jenjang lebih tinggi utamanya anak asli Papua dengan layanan gratis.

Kata Feika, pemantauan dan evaluasi berjalan berkelanjutan yang bisa lewat kunjungan langsung atau pertemuan rutin kembali.

Sementara itu, untuk prinsip pembiayaan bersifat komplementer yakni tidak boleh ganda atau tumpang tindih dengan asuransi, jaminan pemerintah atau swasta, atau biaya pribadi lain.

“Hanya 1 kali per tahun bagi setiap peserta. Seluruh biaya ditanggung Dinas Kesehatan, sesuai paket tarif yang disepakati dengan fasilitas kesehatan mitra dan dokumen klaim yang sah,” jelas Feika.

Pengobatan lanjutan, mengacu pada paket pengobatan program nasional atau obat generik. Program ini bersifat pelengkap yakni ada jenis pemeriksaan yang belum tersedia, pada layanan MCU umum dan layanan MCU rutin yang tidak ditanggung BPJS.

Untuk mekanisme administrasi akan dibentuk kelompok kerja khusus dan grup komunikasi, daftar rincian, formulir lengkap, serta panduan baku akan dibagikan lewat saluran tersebut.

“Monev wajib dilakukan agar pelaksanaan terukur dan manfaatnya nyata bagi sasaran yang makin luas ke depannya,” pungkas Feika. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *