Timika (Suaramimika.com) – SD Inpres Koperapoka I kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Melalui lomba penyelenggaraan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua dengan tema “Sekolahku Rumah Keduaku” berkonsep sekolah yang aman dan inklusif, SD Koperapoka 1 berhasil meraih juara pertama se-Papua.
Kepala SD Inpres Koperapoka I, Margarita Abraham mengatakan, prinsip utama penghargaan ini bukan sekadar piala.
“Tujuan sejatinya adalah menghidupkan makna sekolah sebagai rumah kedua tempat setiap anak diterima, dihargai, dan dilayani dengan baik tanpa memandang asal-usul,” ujar Margarita, Rabu (19/8/2026) di ruang kerjanya.
Kata Margarita, sekolah berupaya menciptakan rasa nyaman dan siswa diterima melalui lingkungan yang ramah anak.
Dengan adanya ruang kelas yang tertata nyaman, halaman luas untuk bermain, perpustakaan dan sarana penunjang terawat, seluruh guru juga wajib menyambut siswa di depan gerbang sekolah setiap hari.
“Agar anak merasa disambut, dihargai, dan bersemangat belajar. Saya selalu mengingatkan kepada semua guru untuk memberi pelayanan yang tulus. Guru layaknya orang tua kandung dan anak harus merasa di sini saya diterima, disayang,” jelas Margarita.
Selain itu, sistim pembelajaran yang diterapkan juga diusahakan agar menyenangkan. Materi pembelajaran dikemas secara kreatif agar anak tidak merasa terbebani.
Margarita menyebut jika sampai saat ini, sekolah berkomitmen yakni “Kemerdekaan yang sesungguhnya dimulai dari ruang kelas”.
“Kami terus berbenah, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan melayani sebaik mungkin. Jika kualitas terus kita tingkatkan, maka apa yang masih kurang pasti akan dilengkapi Pemerintah yang terpenting adalah kita memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki saat ini,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Margarita mengungkapkan jika kuota resmi penerimaan siswa baru sesuai dengan aturan sebanyak 190 orang.
Pihaknya juga melakukan penerapan kebijakan yakni disiapkan 30 kursi khusus untuk Anak Asli Papua (OAP) yang biasanya mendaftar mendekati penutupan pendaftaran.
Saat ini jumlah siswa baru yang diterima ± 183 siswa dan kuota khusus OAP telah terpenuhi.
Kegiatan siswa baru telah mengenal lingkungan sekolah dan kini sudah aktif dalam kegiatan belajar mengajar.
Selanjutnya, atas prestasi yang telah diraih oleh sekolah ini, pihaknya mengapresiasi pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan yang telah memberikan dukungan.
“Kepada Pemerintah yakni Dinas Pendidikan, Terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Dinas Pendidikan juga saat ini membantu pemugaran gedung sekolah yang sudah lama agar semakin layak sebagai rumah kedua bagi anak-anak,” pungkas Margarita. (Sitha)














