Timika (Suaramimika.com) — Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika menegaskan pentingnya akurasi data dan penguatan peran proktor serta operator sekolah dalam menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) atau Ujian Asesmen tingkat SMA dan SMK yang akan segera berlangsung.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Penyelenggaraan Proses Belajar dan Ujian Bagi Peserta Didik Pelatihan Proktor TKA Jenjang SMK yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan di Hotel Kanguru, Kamis-Jumat (1–2/10/2026).
Pelatihan ini menghadirkan narasumber ahli dari tingkat provinsi serta narasumber lokal berpengalaman dari kabupaten untuk memperkuat kemampuan teknis para operator sekolah.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah, Nius Wenda, menyampaikan, para proktor dan tenaga teknis memiliki peran yang sangat krusial dalam mengendalikan aspek teknis dan memasukkan data siswa ke dalam aplikasi sistem.
Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta didik berada pada posisi yang aman dan siap mengikuti ujian tanpa kendala administratif.
“Semakin hari kualitas pendidikan kita tentu semakin meningkat, seiring dengan masyarakat yang terus mengejar perkembangan teknologi. Sistem pendidikan di Timika sudah mulai ditingkatkan, dan karena aksesnya sudah ada, maka kita perkuat di level operator atau proktor ini,” ujar Nius, Kamis (1/10/2026) di Hotel Kanguru Timika.
Ia menjelaskan bahwa proktor adalah pihak yang memegang kendali data siswa di sekolah. Oleh karena itu, sekolah harus memastikan seluruh siswa yang tercover dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) benar-benar valid dan tidak bermasalah agar legalitas peserta didik terjamin saat ujian.
Nius mengingatkan bahwa pengelolaan data saat ini menuntut ketelitian tinggi, karena kesalahan sekecil apa pun dapat berdampak fatal pada masa depan siswa.
“Sekarang ini kalau ada kesalahan satu huruf saja pada nama siswa, ijazah tidak bisa keluar, hasilnya tidak bisa keluar, apalagi menyangkut data orang tua. Validasi ini berurutan mulai dari TK, SD, SMP, hingga kelas tiga SMA dan SMK saat ini. Jadi semuanya harus dicocokkan dengan teliti,” tegasnya.
Selain faktor teknis, Nius menyoroti pentingnya fungsi pengawasan dan perhatian serius dari kepala sekolah terhadap pengelolaan data di satuan pendidikan masing-masing.
Ia menyayangkan masih adanya kepala sekolah yang kurang serius dan mengabaikan koordinasi dengan operator di bawahnya.
“Kendala yang sering kita hadapi di lapangan adalah kurang seriusnya pengelolaan dari pihak sekolah. Kepala sekolah kadang kurang memperhatikan bagian ini karena mengira semuanya bisa diselesaikan begitu saja di dalam ruang kelas. Padahal, fungsi kontrol seorang kepala sekolah harus betul-betul kontinu, karena mengurus data ini tidak semudah membalikkan tangan,” tambahnya.
Melalui pelatihan intensif ini, para proktor diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan para ahli guna memecahkan berbagai kesulitan akses ke pusat maupun hambatan teknis lainnya, sebelum pelaksanaan ujian resmi dimulai pada pekan depan.
Dengan dilaksanakannya pelatihan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika optimis seluruh sekolah tingkat menengah dapat menuntaskan persiapan teknis secara matang demi kelancaran masa depan peserta didik di Kabupaten Mimika. (Sitha)















