Pendidikan

Dinas Pendiikan Mimika Bakal Ambil Tindakan Tegas Sikapi Aksi Tawuran Antar Pelajar

×

Dinas Pendiikan Mimika Bakal Ambil Tindakan Tegas Sikapi Aksi Tawuran Antar Pelajar

Sebarkan artikel ini
Nius Wenda.

Timika (Suaramimika.com) — Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika mengambil sikap tegas terhadap maraknya aksi tawuran yang melibatkan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah Timika belakangan ini.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Mimika, Nius Wenda, bahkan menyebut fenomena kekerasan antar pelajar ini sebagai “penyakit paling bahaya” yang mengancam masa depan daerah dalam satu dekade ke depan.

Ads

Nius menyoroti rentetan insiden tawuran yang baru-baru ini melibatkan sejumlah sekolah, seperti antara pelajar SMA Negeri 7 dan SMK Hermon, serta beberapa sekolah lainnya. Menurutnya, usia pubertas di tingkat SMA menjadi fase krusial di mana emosi remaja sangat rentan jika tidak diarahkan dengan benar.

“Itu yang penting saya merasa, tawuran anak sekolah ini adalah penyakit paling bahaya untuk sepuluh tahun ke depan. Kalau kita biarkan, semakin dia bertumbuh, secara emosional karakternya akan bertumbuh bersama kejahatan. Itu tantangan berat untuk Timika, karena mereka tidak akan bergeser ke mana-mana, mereka tetap di sini,” ujar Nius Wenda, Jumat (2/10/2026).

Sebagai langkah penanganan, Dinas Pendidikan Mimika telah menggelar koordinasi yang difasilitasi oleh Wakil Kepala Polres Mimika bersama Kabag Ops dan sejumlah pejabat terkait, serta melibatkan para kepala sekolah.

Rapat lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar untuk merumuskan sanksi dan langkah pencegahan secara konkret.

Nius menegaskan, pengawasan terhadap anak tidak hanya menjadi beban pihak sekolah, melainkan tanggung jawab utama orang tua sebagai garda terdepan di dalam rumah tangga.

“Orang tua itu ujung tombak kunci yang melahirkan anak, dia harus bimbing dan membina betul di dalam rumah tangga. Kalau rumah tangga kacau berantakan, anak juga pasti kacau, sampai-sampai guru di sekolah pusing,” tambahnya.

Sebagai pelaku atau provokator tawuran, pihak Dinas Pendidikan menyiapkan langkah drastis. Siswa yang terlibat aktif dan sulit dibina di Timika berencana akan dikembalikan atau dipindahkan ke daerah asal orang tua mereka di luar Timika, seperti Wamena, Ambon, atau daerah lainnya.

Langkah ini, kata Nius, bukan bertujuan untuk menelantarkan anak, melainkan memberikan pembinaan di lingkungan keluarga besar yang lain agar terjadi perubahan karakter.

“Kita maksud bina dia di tempat lain, siapa tahu bisa maju lebih bagus. Kalau datang dari Wamena, ya kita kasih pulang ke sana, ada saudara atau orang tua di sana. Kita cabut satu-satu keluar biar layar ke sana supaya ada perubahan. Jadi bukan dikasih ganggu atau ditelantarkan,” tegasnya.

Selain itu, dalam rapat bersama kepala sekolah, pihak sekolah mewajibkan orang tua siswa untuk menandatangani surat pernyataan. Orang tua diminta bersedia menerima risiko apabila anak mereka terbukti melanggar aturan berat.

Tidak hanya fokus pada sanksi internal sekolah, Dinas Pendidikan Mimika juga memperketat pengawasan melalui kolaborasi lintas instansi bersama Satpol PP dan jajaran Polres Timika. Tim gabungan akan rutin melakukan sweeping pada jam-jam belajar sekolah.

Dari penelusuran di lapangan, pihak kepolisian juga telah mengantongi sejumlah lokasi yang diduga menjadi titik kumpul atau jalur peredaran zat terlarang yang kerap memicu kenakalan remaja usia produktif.

“Polisi sudah tahu tempat-tempat dan agen-agennya, dari situ keluar sampai ketemu dengan anak usia sekolah. Itu yang kami targetkan bersama kepala sekolah dan SKPD teknis. Kita harus cabut virus-virus ini,” ujar Nius.

Nius juga menyoroti kondisi psikologis para guru di sekolah yang mulai merasa terintimidasi oleh kenakalan siswa, mengingat banyak tenaga pendidik saat ini merupakan guru-guru muda P3K nona-nona yang kerap dilawan oleh pelajar.

Melalui langkah tegas ini, Dinas Pendidikan berharap situasi keamanan dan ketertiban di lingkungan pendidikan Mimika dapat segera pulih. (Sitha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *