Timika (Suaramimika.com) — Forum Muballigh, Imam, dan Guru Ngaji (FORMIGG) Kabupaten Mimika menyelenggarakan kegiatan Upgrading Guru Ngaji se-Kabupaten Mimika yang berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Horison Diana Timika pada Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Guru Ngaji Sebagai Pelopor Toleransi dan Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Harmoni untuk Menjadikan Mimika Rumah Kita” ini dihadiri oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, Bupati Mimika Johannes Rettob, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, pimpinan organisasi Islam, serta ratusan guru ngaji dan pengelola Rumah Al-Qur’an.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pula penyerahan data sebanyak 760 guru ngaji se-Kabupaten Mimika.
Dalam arahnya, Gubernur Meki Nawipa menekankan bahwa tolak ukur kesuksesan sebuah forum pembinaan tidak hanya dinilai dari figur pengajarnya, melainkan dari pencapaian para muridnya.
Melalui program upgrading ini, diharapkan lahir generasi muda Mimika yang tidak hanya paham ilmu agama, tetapi juga tumbuh menjadi pemimpin masa depan, pengusaha sukses, serta tenaga pendidik profesional yang berjiwa sosial.
“Jadi yang sukses, kalau kita dapat forum ini, sukses bukan guru ngajinya, siswanya harus tampil sukses. Siswanya hebat, berarti guru ngajinya hebat,” tegas Meki.
Bupati Johannes Rettob, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat dan memelihara kerukunan antarumat beragama yang telah terjalin harmonis selama ini.
“Semoga kita semua yang hadir di sini senantiasa memelihara toleransi yang telah lama kita bina bersama. Saya berharap jangan ada perasaan yang memisahkan di antara kita,” ujar Johannes Rettob.
Sementara itu, Pembina FORMIGG Mimika, Herman Gafur, menyampaikan pesan kebersamaan mendalam kepada para ustazah, guru ngaji, dan pengelola Rumah Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya kesepahaman bersama dalam mendidik anak bangsa tanpa memajukan perbedaan metode maupun latar belakang.
“Kita boleh dari suku apa pun, dari agama apa pun, tetapi kita adalah satu. Tidak boleh ada perbedaan yang memisahkan kita dalam rangka mewujudkan harapan masyarakat kita,” tegas Herman Gafur.
Mengenai metode pengajaran, Herman menambahkan bahwa keragaman cara mengajar tidak menjadi persoalan.
“Silahkan gunakan metode apa pun, yang penting bagaimana kita membudayakan, mengajarkan, dan memastikan anak-anak kita belajar Al-Qur’an sebagai petunjuk kita semua. Itu harus menjadi kesepahaman bersama komunitas kita,” ungkap Herman.

Herman juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukur mendalam atas indahnya nilai toleransi di Kabupaten Mimika yang menurutnya merupakan hal istimewa.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pimpinan daerah Bupati, Wakil Bupati, dan Gubernur atas perhatian nyata yang terus diberikan kepada umat Islam, termasuk dukungan pada momentum Idul Kurban lalu.
“Ini tahun ke-30 Kabupaten Mimika berdiri, dan baru kali ini Bupati, Wakil Bupati, dan Pimpinan Provinsi hadir bersama kami para guru ngaji. Hampir tidak saya percaya, tapi ini luar biasa! Inilah wujud toleransi yang sesungguhnya bukan sekadar kata, tetapi kehadiran berdampingan,” tutur Herman.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pemkab Mimika bersama FORMIGG berharap komunikasi yang harmonis antara pemerintah dan tokoh agama dapat terus terawat demi mewujudkan Mimika yang aman, damai, dan harmonis dalam keberagaman. (Sitha)















