Timika (Suaramimika.com) — Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan pentingnya menjaga kerukunan serta toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.
Ia mengingatkan kembali bahwa Kabupaten Mimika telah meraih penghargaan sebagai Kabupaten Tertoleran se-Indonesia dari Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri pada tahun 2025.
“Atas prestasi tersebut, Kabupaten Mimika dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musyawarah/Konferensi Nasional Toleransi yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang,” ujarnya usai acara Tabligh Akbar yang menghadirkan penceramah ternama, Habib Husain Bin Jafar Al Hadar yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika di Gedung Eme Neme Yauware pada Kamis, (15/10/2026).
Saat ini, kata Rettob, pemerintah daerah tengah melakukan berbagai persiapan intensif demi mensukseskan agenda nasional tersebut.
Lebih lanjut, Bupati Johannes Rettob menjelaskan makna di balik jargon “Mimika Rumah Kita”.
Menurutnya, jargon ini mengandung arti bahwa Mimika adalah tempat bagi seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya untuk hidup bersama dan saling menjaga.
Keberagaman yang ada di Mimika dipandang bukan sebagai pemisah, melainkan modal utama dalam mendorong pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mimika juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Habib Husain Bin Jafar Al Hadar yang telah berkenan hadir dari jauh untuk memberikan tausiyah, khotbah, serta wawasan wawasan keterbukaan dan nilai-nilai toleransi kepada masyarakat di Kabupaten Mimika.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Husain Bin Jafar Al Hadar mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan baik di Kabupaten Mimika antara umaro (pemerintah), ulama atau tokoh agama dari berbagai keyakinan, civil society (masyarakat), serta rekan-rekan media.

Kolaborasi dan narasi bersama ini dinilai sangat krusial untuk menegaskan bahwa toleransi adalah hal utama, terutama di tengah tantangan yang dihadapi Indonesia, Papua, dan khususnya Kabupaten Mimika yang kaya akan keragaman.
Keberagaman di Mimika, yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai latar belakang suku seperti umat Muslim, non-Muslim, masyarakat Sulawesi, Madura, Papua, hingga berbagai pemeluk agama lainnya bukanlah sebuah ancaman, melainkan potensi besar untuk memajukan daerah apabila dijaga dengan baik.
Bahkan, semangat toleransi ini juga tercermin dari keterlibatan generasi muda lintas iman, termasuk para pemuda beragama Katolik yang turut serta mendukung dan mensukseskan jalannya acara Tabligh Akbar tersebut. (Sitha)















