Timika (Suaramimika.com) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menegaskan pentingnya penguatan semangat bela negara, stabilitas sosial, serta persatuan masyarakat sebagai modal utama dalam mendorong pembangunan daerah.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Mimika, Drs. Ananias Faot, M.Si, saat membuka kegiatan(FGD) Bela Negara menekankan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, konflik dan perpecahan hanya akan menghambat jalannya pembangunan di berbagai sektor vital, seperti pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pertumbuhan ekonomi.
“Kita harus memahami bahwa pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat dalam konflik atau perpecahan. Sebaliknya, persatuan dan stabilitas sosial menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi karakter warga Mimika,” ujar Ananias, Rabu (21/10/2026) di Ballroom Hotel Cenderawasih 66.
Ananias juga menyoroti peran penting Aparatur Sipil Negara (ASN) baik PNS maupun PPPK sebagai garda terdepan dan contoh teladan bagi masyarakat.
Mengingat Kabupaten Mimika merupakan daerah yang unik dengan karakteristik heterogen ibarat “Mini Indonesia”, ASN dituntut memiliki integritas tinggi, mematuhi aturan, serta menunjukkan adab dan sikap saling menghargai.
Ia turut menyentil fenomena sosial saat ini, seperti maraknya penyebaran berita bohong (hoax) serta menurunnya pemahaman ideologi Pancasila di kalangan generasi muda akibat kurangnya saring sebelum bagikan (filter and share).
“Dulu kita belajar P4 dan menghafal butir-butir Pancasila untuk diwujudnyatakan. Sekarang tantangannya berbeda. Karena itu, sebagai ASN kita wajib menjadi contoh, menyaring informasi dengan bijak, serta tidak mudah terpengaruh berita hoax. Mari kita buktikan kecintaan pada tanah air lewat disiplin, integritas, dan kontribusi nyata. Mimika adalah rumah kita bersama, menjaganya adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Lodefikus Kaize, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan FGD ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila serta membangun kesadaran kolektif dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lodefikus menegaskan bahwa konsep bela negara bukan semata-mata tugas TNI dan Polri atau berjuang menggunakan senjata, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara yang diwujudkan melalui tindakan nyata sehari-hari.
“Bagi aparatur pemerintah, bela negara diwujudkan lewat disiplin, integritas, dan pelayanan publik yang berkualitas. Bagi generasi muda, itu diwujudkan dengan semangat belajar, bijak menggunakan media sosial, serta menolak tegas narkoba dan kekerasan. Sedangkan bagi masyarakat umum, bela negara berarti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan menaati hukum,” jelas Lodefikus.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, Pemkab Mimika berharap seluruh komponen masyarakat dan aparatur pemerintah dapat semakin memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga kondusivitas daerah, serta bersama-sama membangun Kabupaten Mimika ke arah yang lebih maju dan sejahtera. (Sitha)















